Hidayatulisnainy's Blog











{Januari 4, 2010}   Harta Perkawinan Adat

HARTA PERKAWINAN
Dalam perkawinan selain bertujuan untuk mempertahankan dan memperoleh keturunan, maka setiap keluarga yang terbentuk akibat proses ini memerlukan basis materiil guna penghidupan mereka. Untuk itulah diibutuhkan kekayaan duniawi yang biasa disebut “harta perkawinan”, “benda perkawinan”, ”harta keluarga”, ataupun ”harta benda keluarga”.
Suami,isteri, dan anak sebagai suatu kesatuan dalam masyarakat disebut dengan “ somah” atau “serumah” (bahasa Belanda “gezin” dan dalam bahasa Inggris “household”). Dan somah ini bergabung dengan somah yang lain sehingga membentuk pkeluarga besar atau kerabat (bahasa Belandanya “ familie”).
Memang harus diakui pula, bahwa terkadang batasan antara harta perkawinan dan harta keluarga dan harta yang lainnya sangat lemah dan susah dilihat walaupun terkadang juga sebaliknya yang terjadi.
Dalam pergaulan hidup yang lebih maju, keluarga berusaha melepaskan diri dari kungkungan kekuasaan kerabat.oleh sebab itu, harta kekayaan keluarga dapat dipertahankan kedudukannya diantara kekuasaan keluarga itu sendiri dengan para kerabatnya.

Pada umumnya harta kekayaan keluarga dapat dibedakan menjadi 4 bagian,yakni:
1. harta warisan untuk salah seorang diantara suami-isteri, dari kerabatnya masing-masing.( harta yang dibagikan semasa hidup atau sesudah si pewaris meninggal).
2. harta yang diperoleh atas usaha dan untuk diri sendiri oleh suami atau sitri masing-masing sebelum atau selama perkawinan.
3. harta yang diperoleh suami-isteri selama perkawinan atas usaha dan sebagai milik bersama.
4. harta yang dihadiahkan pada sat pernikahan kepadaa suami-isteri.
Sedangkan menurut Prof. Djojodiguno dan Tirtawinata, S.H dalam buku “Adatprivaatrecht van Middel-Java”, rakyat Jawa Tengah mengadakann pemisahan harta perkawinan dalam dua golongan,yakni:
1. barang asal atau barang yang dibawa ke dalam perkawinan.
2. barang milik bresama atau barang perkawinan.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: